tehGaulfresh.com – Pernahkah kita meludah di segelas teh yang akan diminum? Kalau dia normal tentu saja tidak akan melakukan. Jijik pastinya. Ok. Kalau gitu pernahkah meludah di ember yang airnya digunakan untuk masak, mandi, atau keperluan lain? Sama saja. Kalau dia orang normal tidak akan melakukan hal itu. Okelah. Klau gitu mungkin yang lebih besar, sumur. Pernahkah dia kita ludahi?

Ketiga pertanyaan di atas tentu saja hanya akan dijawab ‘ya’ oleh orang yang sedikit banyak suka pada hal jorok. Tapi sadarkah kita bahwa hal itu sebenarnya banyak dilakukan orang di sekitar, bahkan bisa jadi diri kita. Tentu saja bukan dalam peristiwa sebenarnya.

Kita pasti tahu bahwa amat mudah mencari kekurangan pada keluarga yang dijalani. Tidak perlu waktu banyak untuk mencari kesalahan pimpinan. Dan bukan hal yang sulit untuk mencari celah kekurangan tempat kita bekerja. Bagi beberapa orang membicarakan kekurangan tempat kerja seolah menjadi kegiatan yang mengasyikkan. Bicara cacat ini itu kesana kemari.

Apakah tidak boleh membicarakan kekurangan tempat kerja? Sepanjang obrolan itu bermaksud mencari solusi dan pembenahan tentu sah-sah saja. Tapi sayangnya yang seperti itu tidak banyak. Kebanyakan hanya karena kekecewaannya pada lembaga tanpa diiringi itikad kuat berpartisipasi memperbaiki.

Teringat perkataan Jamil Azzaini, trainer yang juga pendiri pesantren wirausaha Abdurrahman bin Auf, Klaten, bahwa di antara tanda tidak produktifnya para pekerja adalah seringnya membicarakan kekurangan kantor.

Ini juga yang membuat kapasitas diri tidak segera tumbuh. Bagaimana tidak, waktu yang harusnya bisa dipakai untuk up grade kemampuan justru tergerus menggerutu kebijakan. Dalam tataran lebih ekstrim, Kek Jamil, begitu beliau sering disapa, menegaskan bahwa orang seperti ini tidak tahu diri.

Mau di manapun kekurangan lembaga atau kantor akan selalu ada. Orang bijak akan menggunakannya sebagai bahan belajar. Dan bagi yang suka menggunjing di belakang mungkin inilah orang yang keadaannya mirip dengan meludah di gelas yang airnya diminum sendiri.

Tulisan ini lebih untuk evaluasi diri penulis.

Andi Ar
Kontributor Gaulfresh dan Guru yang masih terus belajar mendidik diri

Andi ardiantoNafsiyahUncategorizeddi,ludah,segelas,tehGaulfresh.com - Pernahkah kita meludah di segelas teh yang akan diminum? Kalau dia normal tentu saja tidak akan melakukan. Jijik pastinya. Ok. Kalau gitu pernahkah meludah di ember yang airnya digunakan untuk masak, mandi, atau keperluan lain? Sama saja. Kalau dia orang normal tidak akan melakukan hal itu. Okelah....Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

Latest posts by Andi ardianto (see all)