andaiGaulfresh.com – Dalam hidup kia selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Setiap kita pasti mengalami hal itu. Pilihan untuk melanjutkan sekolah di A, B, C, atau pondok pesantren. Pilihan untuk memakai baju yang mana, kuliah dimana dan jurusan apa, juga pilihan pergi kemana. Termasuk pilihan adalah menjadi orang baik atau buruk.

Setiap pilihan yang diambil tentu mengandung konsekuensi di belakangnya. Ada yang berakibat baik, tidak jarang pula yang berakhir buruk. Nah, terhadap setiap pilihan yang sudah diambil kita harus siap dengan risikonya. Pada konsekuensi yang baik orang biasanya cenderung suka dan menyenangi. Sementara itu banyak penyesalan yang datang tatkala konsekuensinya adalah hal buruk.

Tidak jarang yang berandai-andai memutar waktu agar bisa membuat keputusan berbeda. Kalimat pengandaian semacam, “Seandainya”, “Andaikata”, “Jikalau” dan semacamnya sering berdebung kencang di pikiran. Pada hakikatnya kalimat pengandaian tadi hanyalah permainan setan untuk mengalihkan kita pada hal yang produktif. Kita seolah menjadi berbebani dengan keputusan masa lalu. Padahal keputusan apa pun yang sudah diambil tidak akan kembali lagi. Waktu tidak akan berjalan mundur.

Kalimat pengandaian juga menunjukkan lemahnya keyakinan kita pada takdir Allah. Jika memang sudah ditakdirkan, upaya sekeras apapun untuk menghalangi tidak akan tercapai. Sebaliknya jika memang belum ditakdirkan, segala upaya tidak akan menuai hasil sesuai harapan. Sang Rasul juga sudah pernah mengingatkan hal ini.

Andi Ardi (Kontributor Gaulfresh dan Peminat Pendidikan)

Andi ardiantoIbadahUncategorizedberandai-andai,janganGaulfresh.com - Dalam hidup kia selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Setiap kita pasti mengalami hal itu. Pilihan untuk melanjutkan sekolah di A, B, C, atau pondok pesantren. Pilihan untuk memakai baju yang mana, kuliah dimana dan jurusan apa, juga pilihan pergi kemana. Termasuk pilihan adalah menjadi orang baik atau...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

Latest posts by Andi ardianto (see all)