GaulFresh.com-indexCLBK? Jangan Sampe deh!

Cinta terkadang memang menimbulkan rasa yang sangat kuat, sampai karenanya segala macam pengorbanan diberikan. Imbasnya tatkala cinta itu memang harus berakhir, efek dari kekuatan cinta yang semula telah dibangun senantiasa mempengaruhi yang menyebabkan kegalauan bahkan terkadang sampai pada apa yang dinamakan CLBK. Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) merupakan “ruju” atau kembalinya seseorang membangun cinta dengan seseorang yang pernah membangun cinta dengannya. Jadi CLBK ini merupakan inkonsistensi dari kata PUTUS yang diucapkan sebelumnya yang mengakhiri dan meluluhlantahkan bangunan cinta yang pertama dibangun.

Tulisan ini merupakan tulisan lanjutan dari tulisan yang berjudul LEBIH BAIK KITA PUTUS. Adapun yang melatar belakangi lahirnya tulisan ini adalah dari kisah nyata penulis sendiri “disuatu hari yang indah dan damai, dibangku kantin yang biasa saya dan teman saya berkumpul, dengan segelas kopi panas dan membicarakan tentang keadaan Negeri ini. Akhirnya obrolan pun berujung pada suatu system yang menjadikan manusia sebagai pemegang kedaulatan yaitu system demokrasi. Saya yang telah lama putus darinya (demokrasi) merasa tidak ingin mengingat kembali kenangan-kenangan yang dulu saya anggap indah, namun karena obrolan berujung pada hal ini, apa boleh buat, saya pun mulai bertanya kepada teman saya

“kenapa masih berhubungan baik bahkan menjadikannya sebagai “pacar” yang akan kalian khitbah dan berujung pada pernikahan (dengan demokrasi)?” teman saya pun menjawab, “sebab demokrasi itu berasal dari Islam dan prinsip suara mayoritas sama ketika Rosulullah mengambil pendapat suara mayoritas pada saat perang Uhud”.

Jawaban saya tentang hal itu: Demokrasi jika dilihat dari subtansi dan sejarahnya pun sudah jelas bertentangan dengan Islam (baca tulisan dengan judul lebih baik kita putus). Adapun mengenai pengambilan pendapat suara mayoritas ketika akan dilaksanakannya perang Uhud itu salah jika dijadikan dalil halalnya demokrasi, memang dulu Nabi Muhammad mengambil suara mayoritas saat penentuan perang apakah dilakukan diluar kota Madinah atau didalam Kota Madinah.

Tetapi ketika kita mengingat peristiwa perang Badar apakah Nabi mengambil suara mayoritas? Tatkala suara mayoritas mengambil tempat dekat madinah untuk melakukan peperangan kemudian Hubab bin Mundir bertanya kepada Rosul, apakah penentuan tempat ini berdasarkan wahyu? Dan Rosul menjawab bahwa penentuan tempat pada saat itu berdasarkan suara mayoritas, lantas Hubab menyarankan kepada Nabi untuk pindah kesebelah selatan yang lebih dekat pada mata air, dan akhirnya Nabi pun mengambil pendapat Hubab dan tidak mengambil pendapat suara mayoritas.

Kedua pada peristiwa Hudaibiah, mayoritas sahabat menolak perjanjian Hudaibiyyah, namun Rasulullah dapat menyetujui syarat-syarat dan ketentuan itu, walau pun para sahabat sempat menyatakan keberatan. Di antara sahabat Nabi  yang tidak bisa menerima kesepakatan itu adalah Umar bin Khattab.

Dari peristiwa tersebut kita ambil kesimpulan pertama bahwa dalam penetapan suara mayoritas hanya pada pelaksanaan teknis saja, bukan dalam penetapan hukum halal dan haram, Hubab menanyakan terlebih dahulu kepada Rosul “apakah ini merupakan ketetapan wahyu”? karena jika itu ketetapan wahyu maka Hubab pun akan mengikutinya. Namun pada demokrasi suara mayoritas bisa menetapkan hukum apakah jilbab halal atau haram, apakah miras halal atau haram, padalah keharaman miras dan kewajiban jilbab berdasarkan syara.

Kedua, suara mayoritas dikebelakangkan jika dibandingkan dengan suara ahli dibidang tertentu, seperti halnya Rosul yang mengutamakan suara Hubab yang ahli dalam strategi, misalnya lagi dalam hal obat terhadap suatu penyakit, maka diserahkan kepada ahlinya bukan pada suara mayoritas, atau dalam bidang hukum tidak diserahkan pada mayoritas tetapi diserahkan pada ahli hukum yang tau tujuan hukuman dan sebagainya. Jadi suara mayoritas hanya untuk pelaksanaan teknis saja, tidak untuk menetapkan halal dan haram.

Maka dari itu semua dalam hal ini saya katakana TIDAK untuk CLBK, kalau kamu?

Iwan Setiawan Ibnu Syam (Kolumnis Gaul Fresh dan Penulis Ideologis)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/01/index2.jpeghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/01/index2-150x150.jpegiwan setiawanTsaqofahMemilih Demokrasi?GaulFresh.com-CLBK? Jangan Sampe deh! Cinta terkadang memang menimbulkan rasa yang sangat kuat, sampai karenanya segala macam pengorbanan diberikan. Imbasnya tatkala cinta itu memang harus berakhir, efek dari kekuatan cinta yang semula telah dibangun senantiasa mempengaruhi yang menyebabkan kegalauan bahkan terkadang sampai pada apa yang dinamakan CLBK. Cinta Lama Bersemi Kembali...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
(Iwan Setiawan Ibnu Syam S.Sy) seorang pemuda yang jiwa kepemudaannya tidak akan tua, walau perjuangan bak setetes air, tetapi jika itu memang mampu menyegarkan tenggorokan kenapa tida? Berjuanglah!! diam terhadap kerusakan berarti ikut menyumbang untuk mewujudkan kerusakan yang lebih besar!

Latest posts by iwan setiawan (see all)