ikhlGaulFresh.com-Dari Amr Maulana Almuthalib, dari Ashim dan Muhammad bin Labied berkata Nabi saw bersabda ”yang sangat saya kuatirkan atas kamu ialah syirik yang terkecil. Sahabat betanya: ya Rasulullah, apakah syirik kecil itu? Jawabnya Riya. Pada hari pembalasan kelak Allah berkata pada mereka (orang-orang riya), pergilah kamu kepada orang-orang yang dahulu kamu beramal karena mereka didunia, lihatlah disana kalau-kalau kamu mendapatkan kebaikan dari mereka” .

Saudaraku yang beriman, amal baik manusia tidak selamanya diberi pahala, ketika niat beramal itu bukan karena Allah, bukan karena Allah yang memerintahkan atau karena Allah yang melarang, dalam pandangan Allah tidak ada nilainya. Niat karena Allah adalah kunci untuk diterimanya amal dan diberinya balasan oleh Allah swt. Didalam hadits diatas, orang yang riya, yakni orang yang beramal karena hal lain selain Allah, oleh Allah tidak dibalas dan diperintah untuk menemui orang yang dahulu manusia beramal karena orang tersebut untuk meminta balasannya.

Padahal, tidak ada yang Maha kaya selain Allah, manusia kala itu sedang dalam perhitungan amal didunia, manusia tidak bisa memberikan pahala kepada manusia lainnya, dalam arti, tatkala orang beramal karena hal selain Allah, maka amal itu hangus, tidak bernilai. Naudzubillah. Saudaraku yang beriman, tentu kita ingin mendapatkan keridhoan Allah, ingin mendapatkan pahala yang besar, ingin mendapatkan ampunan Allah. Tentu kita tidak ingin amal baik kita didunia tidak ada artinya, seperti perkebunan yang awalnya diniatkan untuk bekal dimasa tua, namun ketika masa tua tiba, kebun itu terbakar dan hancur, itulah perumpamaan orang yang riya dalam beramal.

Seorang ahli hikmah berkata, contoh orang yang beramal dengan riya atau sum’ah itu bagaikan seorang yang keluar kepasar dan mengisi kantongnya (dompet) dengan batu, sehingga orang-orang yang melihat kantongnya semua merasa kagum dan berkata “alangkah kayanya orang itu” tetapi sama sekali tidak berguna baginya sebab tidak dapat dibelikan apa-apa.

Niat yang tulus dan hanya karena ketundukan pada Allah haruslah menjadi landasan dalam beramal, kita tentu tidak mau puasa kita baik yang sunnah atau wajib hanya mendapatkan dahaga dan lapar saja, kita tentu tidak mau ibadah haji kita hanya dalam rangka menghabiskan harta saja, kita tentu tidak mau solat kita, menutup aurat, menjaga pandangan, berdakwah kita sia-sia, maka harus ikhlas dalam beramal, niatkan amal kita hanya karena Allah, cinta dan benci karena Allah, perbuatan kita hanyalah bentuk cinta kepada Allah dan rosul. Bukan karena ingin dipuji atau ingin mendapatkan hal lainnya.

Dari abu Hurairah, Nabi saw bersabda “adakalanya orang berpuasa dan tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus, dan ada kalanya orang bangun malam dan tidak mendapatkan apa-apa dari bangunnya kecuali tidak tidur semata-mata, yakni tidak mendapatkan pahala dari amalnya”. (H.R Muslim).

Saudaraku semuanya, mari kita luruskan niat dalam setiap perbuatan, semua amal kita jadikanlah sebagai bentuk dari ketundukan kita pada Allah, bentuk kasih sayang kita pada Allah dan Rosul-Nya.

Iwan Setiawan Ibnu Syam (Kolumnis Gaul Fresh dan Penulis Ideologis)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/03/ikhl.jpeghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/03/ikhl-150x150.jpegiwan setiawanDakwahMotivasiNafsiyahRemajaagama islam,ikhlas,Ikhlas dalam berbuatGaulFresh.com-Dari Amr Maulana Almuthalib, dari Ashim dan Muhammad bin Labied berkata Nabi saw bersabda ”yang sangat saya kuatirkan atas kamu ialah syirik yang terkecil. Sahabat betanya: ya Rasulullah, apakah syirik kecil itu? Jawabnya Riya. Pada hari pembalasan kelak Allah berkata pada mereka (orang-orang riya), pergilah kamu kepada orang-orang yang...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
(Iwan Setiawan Ibnu Syam S.Sy) seorang pemuda yang jiwa kepemudaannya tidak akan tua, walau perjuangan bak setetes air, tetapi jika itu memang mampu menyegarkan tenggorokan kenapa tida? Berjuanglah!! diam terhadap kerusakan berarti ikut menyumbang untuk mewujudkan kerusakan yang lebih besar!

Latest posts by iwan setiawan (see all)