Generasi TerbaikGaulfresh.com – Anak merupakan amanah, karenanya ia harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin. Anak adalah generasi penerus, karenanya ia harus dididik agar bisa menjadikan masa depan gemilang. Tapi, coba kita lihat kondisi anak masa kini? Anak banyak dititip pada pembantu karena orang tua sibuk bekerja (katanya sih buat anaknya juga, padahal apa yang lebih berharga daripada pengurusan seorang ibu?), apakah ini cara memegang amanah (anak)? Pendidikan dan pergaulan anak tidak terkontrol karena orang tuanya sibuk bekerja. Apa ini cara membentuk generasi penerus yang terbaik?

Mari kita tengok kembali kualitas anak-anak masa kini. Apa hal yang terlintas saat saya tanya anak-anak masa kini? Pertanyaan ini saya ajukan kepada siapa pun yang berkesempatan berdiskusi tentang anak. Jawaban yang saya dapat hampir senada, yang terlintas adalah pergaulan bebas, broken home, tawuran, narkoba, hamil diluar nikah, putus asa lalu bunuh diri. Yaaa meskipun tidak semua anak seperti ini, tapi kondisi ini sudah amat dekat dengan anak.

Kalo sudah begini, apa masih ada harapan generasi terbaik itu pada anak-anak? Jika sistem kehidupan yang diterapkan masih demokrasi-kapitalisme saya yakin tidak ada lagi harapan. Kenapa demokrasi yang disalahkan? Bagaimana tidak? Demokrasi yang merupakan sistem dari barat mengajarkan kita bebas memilih dengan liberalismenya dan Hak Asasi Manusia yang selalu diagungkan. Yang seharusnya kita taat pada syariat Islam, tapi tidak dalam demokrasi kita diberi kebebasan untuk taat ataupun tidak. Sekalipun ada yang mengingatkan untuk taat, dengan mudahnya orang menjawab “hak saya mau ngapain, tidak ada urusan dengan kamu”. Kacaulah tatanan kehidupan jika semua merasa benar sendiri, padahal ukuran benar dan salah sudah Allah tentukan.

Lalu bagaimana caranya agar generasi terbaik dapat kita raih? Generasi terbaik adalah yang menjadi pelaku kebangkitan, berjiwa pemimpin dan mampu mewujudkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamiin. Imam Syafi’i misalnya, beliau mampu menghafal Al-Qur’an di usia 7 tahun. Ibnu Sina yang kita kenal sebagai bapak kedokteran, Abbas Ibn Firnas penemu dan pencipta kerangka pesawat, Al Khawarizmi penemu angka nol, dan ilmuan-ilmuan lainnya yang hanya dapat kita temui jika Islam diterapkan secara sempurna dalam tatanan kehidupan.

Dorongan iman dan takwalah yang menjadikan mereka ilmuan dan dikenal sepanjang masa. Ibnu Sina yang termotivasi dari para pengidap penyakit mata untuk bisa membaca Al-Qur’an berhasil menciptakan operasi bedah katarak pertama kalinya. Abbas Ibnu Firnas yang termotivasi bagaimana cara bisa perjalanan ke Mekkah untuk beribadah haji tidak terlalu lama berhasil menemukan dan menciptakan pesawat. Dan motivasi-motivasi takwa lainnya yang mendorong para ilmuan muslim untuk berkontribusi dengan hasil penemuannya.

Jika ilmuan muslim terdahulu terdorong melakukan penelitian dan akhirnya mendapatkan penemuan karena dorongan iman dan takwa, maka saat ini yang kita butuhkan adalah dorongan iman dan takwa itu. Tapi tak bisa kita lakukan sendiri dalam lingkungan keluarga saja, lingkungan masyarakat pun harus mendukung. Tapi belum cukup pula jika hanya keluarga dan masyrakat, negara juga harus bisa memfasilitasi dan menciptakan suasana keimanan dan ketakwaan agar para generasi penerus dapat terdorong kuat untuk berkarya.

Tapi, tidak akan tercipta kondisi lekat dengan keimanan dan ketakwaan selama hukum Allah tidak diterapkan sebagai sistem kehidupan. Yaaa bagaimana bisa menciptakan keimanan dan ketakwaan jika sistem yang diterapkan justru melanggar syariat Islam. Oleh karenanya satu-satunya solusi adalah terapkan syariat Islam secara menyeluruh. Dan syariat Islam tidak akan bisa diterapkan secara menyeluruh selama tidak diperjuangkan. Oleh karenanya, perjuangan penerapan hukum syariat Islam secara menyeluruh menjadi wajib disamping usaha penyadaran terhadap para generasi penerus.

 

 

Oleh: Sarah Mulyani (Kontributor Gaul Fresh)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/10/Generasi-Terbaik.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/10/Generasi-Terbaik-150x150.jpgsarah mulyaniRemajaamanah,anak,generasi,kegagalan sistem,terbaikGaulfresh.com - Anak merupakan amanah, karenanya ia harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin. Anak adalah generasi penerus, karenanya ia harus dididik agar bisa menjadikan masa depan gemilang. Tapi, coba kita lihat kondisi anak masa kini? Anak banyak dititip pada pembantu karena orang tua sibuk bekerja (katanya sih buat anaknya...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
Good person is not certain good from Allah and also bad person is not certain bad from Allah.

Latest posts by sarah mulyani (see all)