GaulFresh.com-gCinta Suci Tidak Seperti Beras Plastik

“Jatuh cinta, jatuh cinta, jatuh cinta lagi”. Udah putus dari si-dia maunya cari lagi, meski awalnya susah moveon ampe nge-galau, terus updte di facebook, twitter, Bm, dan segala macem tapi kalau udah ketemu yang kece, kata lebay yang dulu pernah terlontar “aku gak bisa hidup tanpamu” seakan-akan layu. Emang dulunyasi cuma gombal buat modus biar si-dia (yang biasa dan senang dibohongi) kelepek-kelepek dan jatuh dalam kuasanya. Maka dari itu, giliran ketemu korban baru, langsung aja nyusun strategi buat PDKT, nyiapin anggaran dasar untuk membius si-dia, latihan baca puisi untuk ngegombalin si-dia, nonton film percintaan untuk cari inspirasi, hemmhh capek deh (sambil tepuk jidat).

Yang di PDKT-in sama aja, percaya aja sama rayuan murahan kaya “kamu cantik deh, aku udah nyaman sama kamu, kamu dewasa ya, kamu baik ih, dan bla-bla ,bla, bla”. Dalam prinsip hidupnya katanya ingin memiliki pasangan yang soleh, baik, dan pengertian. Alih-alih ingin mendapatkan cinta suci, namun karena kekonsistenan PDKTor (pelaku PDKT) dengan segala modus (baik itu yang modern atau tradisonal), yang didekatin malah buta akan cinta dan terjerumus pada ikatan pacaran.

Udah itu, segala aktivitasnya dikorbankan untuk si-dia dan tak sedikit sampe kebablasan. Naudzubillah. Makannya dinegeri yang subur ini kita selaku manusia yang normal (mencintai lawan jenis) harus tau cinta yang suci dan tidak terjebak pada cinta palsu, karena cinta suci tidak seperti beras plastik. Referensi cinta bukanlah film asmara yang menghalalkan segala cara, seremkan bahasanya “menghalalkan segala cara” tapi begitulah kenyataannya. Bukannya mendidik, mempertontonkan cinta suci, eh malah mempertontonkan tayangan yang tidak baik, jalan-jalan dengan pacar, makan malam dengan pacar berdua, pulang dianterin, dikecup perpisahan, pegangan tangan tanpa malu, dan lainnya deh. Nora bingiitz khan?.

Dinegeri ini sudah banyak yang palsu loh, dari mulai beras, kosmetik, ijazah, pupuk, lada, uang, bahkan janji palsu pun ada, termasuk cinta palsu. Jika kita sepakat cinta dan sayang itu akan menjaga, perhatian, pengertian, dan tanggungjawab, lalu bagaimana cinta dalam pacaran?. Menjaga? Menjaga darimana? Menjaga si-dia biar gak “dinikmatin” oleh yang lain karena terikat dengan status pacar?. Sesungguhnya cinta dalam pacaran itu adalah cinta palsu, karena tidak bisa menjaga.

Iya dongs gak menjaga, secara gitu orang pacaran, belum halal udah pegang-pegangan, belum sah udah sayang-sayangan, belum resmi udah peluk-pelukan, pandang-pandangan, jalan-jalan, mesra-mesraan, terus “an” apalagi ya? Pokoknya udah “menghalalkan segala cara” yang katanya si “atas nama cinta” hihhiihiii,, ini nih cinta palsu yang dimodivikasi nafsu biar kaya dari wahyu padahal keliru.

Jika sepkat cinta itu menjaga, maka pernikahanlah tempat cinta suci, menjaga diri pasangan dari kesengsaraan didunia dengan mewajibkan suami untuk memberi nafkah istri dan anak-anaknya, menjaga diri pasangan untuk tidak melakukan dosa. Maka cinta dalam pernikahan adalah cinta suci yang benar-benar menjaga diri pasangan dikehidupan dunia dan untuk kehidupan akhirat. Wow kan? Makannya kalau cinta sama si-dia ya nikahin, kalau si-dia cinta sama kamu ajak dia nikah jangan pacaran, kalau masih pacaran tandanya gak mau menjaga alias gak cinta, cintanya palsu kaya beras plastic tuh heeeeeee…….

Jika sepakat cinta itu perhatian maka ada dalam pernikahan, ketika suami hanya mampu memberi nafkah misalnya sehari satu juta, atau seratus ribu, maka istri harus mengerti, tidak menuntut apa yang tidak disanggupi suami, seperti minta apartemenlah, minta kolam renanglah padahal rumah masih kecil misalnya. Dimensi yang lain, ketika istri berbuat dosa (nusyuz) suami wajib menasehatinya, sebagai tanda ksih sayang supaya istri tidak terjatuh dalam kemaksiatan, begitulah sebaliknya.

Dalam pacaran? Perhatian? Si-dia lagi belajar malah ditelpon, si-dia mau solat malah disms “jangan lupa solat ya” sambil kecupan perpisahan (lebay), si-dia gak punya bensin malah dipaksa nganterin pulang, si-dia ngelakuin dosa malah dibiarin, malah diajak ngelakuin dosa, waduh mana perhatiannya mas? Mba?

Jika ingin cinta suci, maka pakai jalan manusiawi, loh manusiawi gimana? Ya pernikahan, itu jalan manusia untuk merealisasikan cinta, ada akad, tanggungjawab, hak dan kewajiban, tujuan, ibadah sebab manusia sebagai makhluk berakal tunduk pada aturan Allah. Nah kalau pacaran? Akad cuma disms terus gak bisa jadiin halal, tanggungjawab? Anak yang diaborsi sebagai hasil hubungan gelap, wanita yang hamil duluan, apa itu bentuk tanggungjawab? Itu bentuk penikmatan dini dan tidak berprikemanusiaan keleus.

Hak dan kewajiban? Hak wanita dalam pacaran apa hayoo? Dianterin pulang sekolah? Ditraktir makan seminggu sekali? Terus kewajibannya apa? Hak laki-laki dalam pacaran apa? Kewajibannya? Haduh masih mau aja hubungan gak jelas ala pacaran ya, udah mending putusin aja, itu Cuma cinta palsu tauuuuuuuuu……………………. Kaya beras plastik xxixixixixi.

Iwan Setiawan Ibnu Syam (Kolumnis Gaul Fresh dan Penulis Ideologis)

 

 

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/g.jpeghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/g-150x150.jpegiwan setiawanRemajacintaGaulFresh.com-Cinta Suci Tidak Seperti Beras Plastik “Jatuh cinta, jatuh cinta, jatuh cinta lagi”. Udah putus dari si-dia maunya cari lagi, meski awalnya susah moveon ampe nge-galau, terus updte di facebook, twitter, Bm, dan segala macem tapi kalau udah ketemu yang kece, kata lebay yang dulu pernah terlontar “aku gak bisa...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
(Iwan Setiawan Ibnu Syam S.Sy) seorang pemuda yang jiwa kepemudaannya tidak akan tua, walau perjuangan bak setetes air, tetapi jika itu memang mampu menyegarkan tenggorokan kenapa tida? Berjuanglah!! diam terhadap kerusakan berarti ikut menyumbang untuk mewujudkan kerusakan yang lebih besar!

Latest posts by iwan setiawan (see all)