Gaulfresh.Com- Bela negara ? “memang saat ini negeri kita dalam ancaman ya?” .”mana peluru, mana senjata, enggak terlihat tuh, terus untuk apa kita bela negara kita?” .

Mungkin kalimat itu yang kita lontarkan saat mendengar program bela negara yang menjadi wacana saat ini.

Program bela negara adalah sebuah program atas prakarsa oleh Kementrian Pertahanan Indonesia. Dengan dalih bagaimana semua kalangan masyarakat mulai dari anak anak ,remaja, pemuda hingga orangtua bersama sama membela negara ini.

Kementriaan pertahanan menggagas Program Bela Negara yang harus diikuti oleh semua Warga Negara Indonesia (WNI) di bawah 50 tahun. “Rencana Kementerian Pertahanan RI melakukan pendidikan bela negara untuk 10 juta orang dalam 100 tahun kedepan adalah gagasan irasional dan tidak kontekstual dengan kebutuhan berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan kualitas berkewarganegaraan,”ujar Bonar Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos melalui siaran pers, Selasa (13/10/2015).

Program ini sengaja disetting dengan dalih untuk meningkatkan jiwa nasionalisme setiap orang. Serta meningkatkan dan menumbuhkan kembali terhadap cinta kepada tanah air dan senantiasa menghalau setiap ancaman negara.

Program ini dibuat untuk membentengi pemuda yang sering kali terjebak dalam gabungan teroris yang berujung pada radikal dan mengarah kepada kebencian terhadap negara.  Serta wacana ingin mengubah ideologi negeri ini dengan syrariah dan khilafah yang masih menjadi momok bagi mereka yang sebagian besar beragama islam. “Aneh yah, ngaku islam tapi momok banget dengan ide islam”

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, seluruh warga negara wajib hukumnya ikut program ini. Nanti yang bakal membedakan hanyalah soal porsi latihannya saja. sehingga diharapakan kepada semua elemen masyarakat mempunyai kewajiban atas membela negara.

Konsep ini jelas sebuah pembodohan kepada masyarakat terutama pada pemuda yang diarahkan dengan sebuah konsep yang salah dan lemah.  Dengan  konsep terdapat membangkitkan jiwa nasionalisme. Menurut Syaikh Taqqiyudin bahwa sikap nasionalisme adalah sebuah ikatan yang rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan yang lainnya untuk menuju kebangkitan.

Sehingga jiwa nasionalisme yang merupakan latar belakang dari tujuan  bela negara ini tidak berkorelasi sama sekali. Satu hal lagi mengenai anggaran dana, 10 juta orang dalam 100 tahun tentulah akan menggunakan anggaran dana yang tidaklah sedikit. Sedangkan kondisi ekonomi rakyat saat ini berada dibwah garis kemiskinan akibat krisis ekonomi. Lantas kenapa pemerintah justru mendukung program ini yang hanya memfokus pada kepentingan individu semata. Dan ide ini kita harus peka, tercium bahwa program yang sengaja dsetting untuk  menjadi penghalau atas kebangkitan islam.

 

Oleh  Hikari Ilahi (kontributor Gaul Fresh)

Hikari-IlahiNews  Gaulfresh.Com- Bela negara ? 'memang saat ini negeri kita dalam ancaman ya?' .'mana peluru, mana senjata, enggak terlihat tuh, terus untuk apa kita bela negara kita?' . Mungkin kalimat itu yang kita lontarkan saat mendengar program bela negara yang menjadi wacana saat ini. Program bela negara adalah sebuah program atas prakarsa...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

Hikari-Ilahi

Re-established life of islam

Latest posts by Hikari-Ilahi (see all)