Kasus pembuangan bayi oleh salah satu mahasiswi di salah satu institut agama di Sukoharjo, kematian bayi dan ibu yang masih mahasiswi di kamar kosnya di Sleman, dan banyaknya kasus remaja yang hamil di luar nikah membuka mata bahwa sudah menjamurnya kasus zina di kalangan remaja. Begitu banyaknya sehingga kita sering abai terhadap hal ini. Jarang kita menegur sepasang remaja yang sedang berduaan di tempat sepi. Banyak juga diantarakita yang sering membiarkan anak perempuannya dibawa lelaki yang belum jadi mahrom sampai larut menjelang tanpa khawatir sedikit pun. Sebagai aset yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa, negara, dan agamanya, orangtua harus berperan aktif dalam menjaga mereka agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan zina. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membentengi anak dari perbuatan zina;

Pertama, bekal agama. Tidak ada benteng yang lebih baik daripada iman. Orangtua mempunyai kewajiban besar dalam mengenalkan anak-anaknya pada pemahaman agama yang baik. Selanjutnya orangtua pun dituntut untuk membantu anaknya mengamalkan pemahaman agama yang telah dimiliki karena pemahaman saja tidak cukup, harus ada keyakinan yang kuat dan amal yang lurus. Banyak anak yang memiliki pemahaman agama yang baik tentang bahaya zina tapi tidak yakin dengan apa yang dipahaminya. Bagaimanapun agama adalah pangkal segala urusan. Jika agama baik, perbuatan yang lain akan mengikuti.Jika dia menyakini bahaya dan konsekuensi jika melakukan zina baik bagi diri, keluarga, dan masyarakat, dia pun akan berusaha menghindari. Sayangnya banyak orangtua yang sering abai terhadap perkara agama ini. Banyak yang lebih mengutamakan dan membanggakan prestasi akademik anaknya di sekolah dengan rentetan prestasi daripada pengamalan agama yang baik.

Kita sering tidak menyadari sejarah yang membuktikan bahwa anak yang tumbuh dan berkembang dengan didikan agama yang baik juga bisa berprestasi dan bisa menolak untuk bersentuhan dengan perbuatan zina ini. Meskipun godaan selalu datang bahkan tanpa ada yang melihat sekali pun, dirinya menyadari ada Allah yang menyaksikan, mencatat, dan akan menanyakannya kelak. Rasa takut ada dalam dirinya sehingga berani mengatakan tidak pada salah satu dosa besar ini.

Kedua, pendekatan keluarga. Meski terdengar klise tapi kedekatan antar anggota keluarga akan berpengaruh besar bagi kepribadian masing-masing anggota. Apa lagi bagi seorang anak, semakin dewasa pengaruh teman dan lingkungan cenderung lebih dominan daripada orangtua. Beruntung kalau anak bergaul dengan teman dan berada di lingkungan yang baik, insya Allah dia pun akan ikut baik. Tapi jika teman dan lingkungan tidak mendukung, anak-anak akan hilang kendali. Mungkin awalnya tidak berminat atau bahkan jijik dengan perbuatan itu. Namun seringnya melihat teman melakukan atau menceritakan perbuatan tidak senonohnya itu lama-kelamaan akan ada kecenderungan. Apalagi jika temannya menambahi dengan memperlihatkan video, syahwatnya akan bangkit sehingga kemungkin untuk terjerumus pun akan besar.

Orangtua harus menabung kedekatan dengan anak, sedini mungkin. Berbekal kedekatan yang sudahditanam sejak kecil anak-anak akan mudah mendengarkan nasihat kita, termasukdalam hal menjauhi perzinaan.Ini yang patut kita sayangkan. Orangtua sering melalaikan kedekatan dengan anak karena sering menganggap bahwa menyayangi mereka cukup dengan memenuhi keperluan materi saja. Akhirnya banyak yang kelabakan ketika tahu anaknya telah hamil di luar nikah atau melakukan perbuatan asusila tapi sebelumnya mereka tidak melakukan pendekatan dan memberinya nasihat untuk menjauhi. Ketika itu sudah begitu, nasihat dan tangis orangtua paling tulus sekalipun tidak akan menembus relung hatinya.

Berikanlah nasihat kepada anak saat netral dan tenang. Saat netral adalah saat anak sedang tidak sibuk dengan dunianya, bisa dilakukan saat anak sedang duduk di pangkuan, saat sakit, atau saat ada berita yang berkaitan dengan perbuatan zina. Kita bisa memanfaatkan momen kedekatan untuk saling menasihati dan memberi arahan.

Dengan peran aktif keluarga, semoga kasus zina yang terjadi di negara kita bisa dikurangi. Jangan sampai anak melakukan zina disebabkan karena kelalaian kita mendidik mereka. Amin.

 

“Tulisan ini diikutkan dalam lomba menulis dalam rangka 4 tahun gaul fresh bersama La Ode Munafar”

Andi Ardianto (peserta lomba gaul fresh)

 

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/05/Anak-berzina-apa-orang-tua-yang-salah.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/05/Anak-berzina-apa-orang-tua-yang-salah-150x150.jpgRies yuliaTulisan Peserta?,adakah,anak,berzina,orang,salah,tuaKasus pembuangan bayi oleh salah satu mahasiswi di salah satu institut agama di Sukoharjo, kematian bayi dan ibu yang masih mahasiswi di kamar kosnya di Sleman, dan banyaknya kasus remaja yang hamil di luar nikah membuka mata bahwa sudah menjamurnya kasus zina di kalangan remaja. Begitu banyaknya sehingga kita...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

Ries yulia

mahasiswi Ibn Kholdun Bogor jurusan Kesehatan masyarakat.

Latest posts by Ries yulia (see all)