ismail1

Gaulfresh.Com-Sobat, apakah kamu masih kategori seorang remaja? Jika iya. Apa aktivitas yang sering kamu lakukan? Baik itu aktivitas tiap hari atau aktivitas tiap jam? Cobalah kamu tulis pada sebuah lembar kertas. Jika aktivitas kamu adalah membaca, mengaji, sholat 5 waktu, bermain hal-hal yang bermanfaat atau selalu melakukan aktivitas yang Allah SWT ridhoi maka beruntunglah kamu sobat :). Tapi jika aktivitas yang mendominasi waktu kamu seperti bermain game berjam-jam, suka mengganggu temanmu yang sedang belajar, tidak sholat atau melakukan kemaksiatan maka rugilah kamu sobat. 🙂

 
Sobat, mau nggak jika kamu bisa termotivasi untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang diridhoi oleh Allah SWT? Kalau kamu mau, makanya salah satu tipsnya yaitu banyak membaca kisah-kisah yang bernuansa inspiratif. Sehingga kamu bisa memahami seseorang bagaimana dia bisa sukses.

 
Sobat, marilah kita bersama-sama menyimak seorang remaja muslim. Memang sih, dia tidak hidup di zaman sekarang ini. Hidupnya dizaman lalu alias dia sudah meninggal dunia :). Namun kisah hidupnya bisa menginspirasi kita semua. Apalagi remaja seperti kamu sobat. :). Bukan hanya itu saja, dia orangnya special, bukan hanya di mata manusia tapi dihadapan Allah SWT. Lantas siapakah dia sobat? :). Ya…. dia adalah Ismail AS. Seorang Utusan Allah SWT.

 
Suatu ketika, ayahnya ismail AS yaitu Nabi Ibrahim AS bermimpi.dan mimpimya ini berulang selama 3 kali. Inti dari mimpi tersebut adalah belaiu harus menyembelih anak satu-satunya, Ismail AS. Padahal untuk mendapatkan si Ismail ini, beliau harus bersabar menghadapi berbagai macam cobaan. Namun karena perintah Allah SWT, maka dengan sepenuh hati belaiu melaksanakannya.

 
Ibrahim lalu menyiapkan berupa pedang dan tempat yang cocok untuk meyembelh putranya Ismail AS. Tempat tersebut di daerahsekitar Mina. Sesampainya di Mina, Ibrahim lalu berterus terang kepada Anak kesayangannya. Sobat, yuk simak percakapan mereka:
“Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102). Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.

Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”
“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma’il.

Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!
Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.
Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.”
Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.
Maka atas izin Allah SWT, akhirnya pedang tersebut berbicara: “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106). Dan akhirnya penyembilan itu diganti dengan seekor domba. Dan Ismail AS tidak jadi disembelih oleh Bapaknya Ibrahim AS.

 
Sobat, Banyak hikmah yang bisakita petik dari kejadian ini, salah satunya sikap dari seorang Ismail. Beliau menunjukkan kebesaran jiwanya. Rela untuk dikorbankan. Rela untuk disembelih oleh Ayahnya sendiri. Itu semua karena bukti ketaatannya kepada Allah SWT. Sebuah sikap yang mungkin tidak dimiliki oleh remaja seumuran beliau. Belaiu lebih memilih untuk taat kepada Allah SWT dibandingkan ketakutannya akan kematian. Sudah seharus kita jadikan peristiwa ini sebaga inpsirasi buat kita remaja muslim untuk selalu berusaha taat kepada Allah SWT.

 

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/01/ismail1.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/01/ismail1-150x150.jpgAnsarullah Narang(Kontributor Gaulfresh)KisahAS,belajar,dari,ismailGaulfresh.Com-Sobat, apakah kamu masih kategori seorang remaja? Jika iya. Apa aktivitas yang sering kamu lakukan? Baik itu aktivitas tiap hari atau aktivitas tiap jam? Cobalah kamu tulis pada sebuah lembar kertas. Jika aktivitas kamu adalah membaca, mengaji, sholat 5 waktu, bermain hal-hal yang bermanfaat atau selalu melakukan aktivitas yang...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

Ansarullah Narang(Kontributor Gaulfresh)

Saya seorang Mahasiswa Pendidikan Fisika di Universitas Nusa Cendana. True Vision saya adalah Surga Allah SWT dan Big Vision saya adalah Menjalani peran-peran dalam kehidupan dengan maksimal untuk meraih Ridho Allah SWT. Salah satu Big Vision saya yaitu menjadi seorang Pendidik yang Profesional. 🙂

Latest posts by Ansarullah Narang(Kontributor Gaulfresh) (see all)