HidupGaulfresh.com – Saat kamu buka dan baca tulisan ini, saya yakin kamu adalah manusia yang masih hidup. Gak percaya? Coba cek, kamu masih bernafas? Jantungmu masih berdetak? Jika masih, mari kita bersyukur ternyata kita benar-benar masih hidup. Yuk bersama-sama ucapkan hamdalah “Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin”. Udah gak usah terlalu serius gitu , santai aja kaya di pantai. Hehe

Mari bersama tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan secara pelan-pelan (seperti latihan pernapasan aja yaaa? Hehe). Setelah itu mari bertanya pada diri sendiri “untuk apa kita hidup?”. Sederhana sekali bukan pertanyaan ini? Tapi ini lebih penting dari berputarnya bumi pada porosnya –Jiaaaah lebay banget yaa-. Ya saking pentingnya makanya diibaratkan lebih penting dari berputarnya bumi pada porosnya. Oke, sudah ada jawabannya??

Jika kamu menjawab hidup ini untuk menjalankan aktifitas yang rutin orang lakukan mulai dari lahir kemudian menjadi anak-anak beranjak dewasa kemudian menikah dan punya anak terus punya cucu juga setelah tua kemudian mati. Apa hanya untuk ini? Jika itu jawabannya, lalu apa bedanya kamu sama hewan? Hewan juga hidup berawal dari lahir dan berakhir dengan kematian. Gak mau kan disamakan dengan hewan?

Oleh karena itu, Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Ada hal pembeda antara manusia dengan hewan yaitu akal. Dengan akal inilah seharusnya manusia bisa berpikir. Mari kita sejenak memikirkan satu ayat ini “Tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu” (TQS. Adz Dzariyat:56). Aaah ayat ini sudah sering para ulama menyampaikan. Yups betul sekali ayat ini sudah sangat terkenal dan sering para ulama menyampaikan, namun pertanyaannya sudahkah kita benar-benar memahami ayat ini?

Jelas dalam ayat ini Allah sampaikan bahwa tujuan dari penciptaan kita (manusia) adalah hanya untuk beribadah kepadanya. Namun, mari kita tengok sudahkah kita menjadikan hidup ini hanya untuk beribadah kepadanya? Sudahkah kita menjadikan akhirat sebagai prioritas utama? Sudahkah ibadah kita laksanakan dengan maksimal?

Mari mulai dari sekarang kita tafakuri diri, sudah seperti apakah kualitas ibadah kita kepada Allah? Jika masih kurang, mari kita tingkatkan. Apalah artinya kaya harta, tahta yang tersandang dalam diri jika semua tidak kita gunakan untuk beribadah kepada Allah. Toh semua itu hanyalah titipan dan pada akhirnya akan sirna juga. Jika semua itu sudah sirna, lalu apa yang akan kita bawa ke hadapan Allah? Yah tidak lain dan tidak bukan yang kita bawa ke hadapan Allah hanyalah amal ibadah kita selama di dunia.

 

Oleh: Sarah Mulyani (Kontributor Gaul Fresh)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/10/Hidup.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/10/Hidup-150x150.jpgsarah mulyaniIbadahakal,hidup,ibadah,jin,manusiaGaulfresh.com – Saat kamu buka dan baca tulisan ini, saya yakin kamu adalah manusia yang masih hidup. Gak percaya? Coba cek, kamu masih bernafas? Jantungmu masih berdetak? Jika masih, mari kita bersyukur ternyata kita benar-benar masih hidup. Yuk bersama-sama ucapkan hamdalah “Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin”. Udah gak usah terlalu serius...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
Good person is not certain good from Allah and also bad person is not certain bad from Allah.

Latest posts by sarah mulyani (see all)