Ayah Dalam HijrahGaulfresh.com : Ayah Dalam Hijrah. Tulisan ini adalah sekilas kisah hijrah adikku yang memantapkan diri untuk berhijab. Semoga memotivasi semua pembaca.

Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan, tapi sayang Islam yang sempurna sering kali hanya mendapatkan respon “oh” dari orang yang baru mengetahui sempurnanya Islam. Salah satu kesempurnaan syariat Islam adalah mewajibkan para wanitanya –muslimah- untuk menutup aurat sebagai bentuk penghargaan dan penjagaan. Kini di Indonesia hijab bukanlah hal yang asing lagi, sudah banyak muslimah yang kembali sadar akan kewajiban hijab, tapi sayang tidak dengan adikku.

Semua saudaraku adalah perempuan, makanya setelah memahami kewajiban jilbab aku bersemangat untuk menyampaikannya kembali pada orang-orang yang kusayang karena ku ingat surga itu seluas langit dan bumi, sayang kalo aku sholeh sendiri. Tapi sayang respon saudaraku gak sama denganku saat pertama mendapatkan ilmu tentang kewajiban berhijab. Mereka hanya bilang “oh”, atau “hmmmmm yang penting shaleh aja dulu, shalat dulu yang bener”. Nah respon adikku ini yang gak banget, setiap disampaikan kewajiban hijab ia selalu not responding. Kesal kan?

Mungkin karena belum terbuka hatinya, makanya setiap disampaikan kewajiban hijab adikku kaya komputer nge-hang gitu alias not responding. Tapi tenang kawan, gak kehabisan cara sampai disitu. Terus kuajak dia menghadiri kajian-kajian Remaja Islam gitu kalau Weekend –semoga menjadi Weekend yang berkah, Aamiin-. Kajian demi kajian ia ikuti, sampai pada pembahasan yang menyebut orang yang paling dia sayang –Ayah-.

Tiba-tiba sepulang kajian dia minta sumbangan jilbab dariku, dia bilang mau mulai berhijab. Belum kutanya alasannya kenapa, ia menceritakan pembahasan pas kajian yang menyinggung –Jika wanita tidak berhijab dan ia belum menikah, maka ia telah menyeret ayahnya ke neraka dan membangunkan ayahnya Istana di neraka-. Yah kurang lebih pembahasannya begitu. Sontak dia merasa sedih jika orang yang amat ia cintai –Ayah- sudah merasa payah di dunia karena berjuang untuk menghidupi keluarganya termasuk dia, kemudian di akhirat terseret ke neraka karena satu dosa anaknya yaitu tidak menutup aurat.

Yah itulah salah satu bukti cinta dia pada ayah, ia begitu menyayangi ayah lebih dariku. Sehingga alasan terkuat ia hijrah adalah ayah –Insya Allah niatnya karena Allah-. Keputusan ia berhijrah gak pernah kuduga akan secepat ini, mohon do’a dari kawan-kawan semoga ia istiqomah dan semakin taat terhadap syari’at, Aamiin.

Ayoo sobat yang masih betah buka aurat segeralah berhijab, sebelum dihijabi kain kafan dan menjadi hijab pertama dan terakhir. Jangan terlalu banyak mikir-mikir dalam ketaatan, sudah jelas ini adalah kewajiban yang harus segera dilaksanakan.

 

Oleh: Sarah Mulyani (Kontributor Gaul Fresh)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/08/Ayah-Dalam-Hijrah.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/08/Ayah-Dalam-Hijrah-150x100.jpgsarah mulyaniHidayahayah,cinta,hijrah,perjalanan,RasaGaulfresh.com : Ayah Dalam Hijrah. Tulisan ini adalah sekilas kisah hijrah adikku yang memantapkan diri untuk berhijab. Semoga memotivasi semua pembaca. Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur seluruh aspek kehidupan, tapi sayang Islam yang sempurna sering kali hanya mendapatkan respon “oh” dari orang yang baru mengetahui sempurnanya Islam. Salah...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
Good person is not certain good from Allah and also bad person is not certain bad from Allah.

Latest posts by sarah mulyani (see all)