lib

Gaulfresh.com – Para aktivis perempuan dengan background liberal banyak bertebaran di muka bumi ini dan mengusung tema “kebebasan perempuan” yang memprovokasi perempuan untuk keluar jalur dari apa yang telah Allah syariatkan padanya. Akibatnya banyak perempuan yang panik karena merasa menjadi tawanan dengan ikatan syariat yang bersumber dari Allah. Hal tersebut terjadi karena para perempuan mengabaikan aspek ketaatan kepada Allah dan hanya memandang berdasarkan keinginan hati mereka saja, contoh nyata yang sedang terjadi pada zaman ini adalah fenomena ajakan untuk berjilbab serta menjaga diri dari penyia-nyiaan dan penghancuran kehormatan. Menurut kaum liberal, keterbelengguan seorang perempuan itu muncul karena adanya ikatan-ikatan agama melalui pengaturan tata cara berpakaian dan beraktivitas. Bagi kaum liberal manusia bebas tanpa harus terikat dengan aturan agama.

Sungguh hal ini menjadikan kedudukan perempuan hina di mata Allah dan orang-orang beriman, mereka menentang untuk menuju jalan kebaikan dan berperilaku sombong dengan mengatasnamakan persamaan hak dan kesetaraan. Pantaslah jika muslimah yang berusaha menjadi taat dengan Syariat Islam merasa asing karena lebih banyak kaum muslimah lainnya yang berjalan diluar koridor keislaman.

Kehancuran pola pikir dan sikap perempuan saat ini tak terlepas dari pengaruh ide dan budaya barat yang memang berusaha menjadikan kaum muslimin terlepas dari keterikatannya terhadap hukum Allah. Terkhusus bagi perempuan yang masih awam dan tabu dalam memahami konsep Islam terhadap kehidupan perempuan baik secara umum maupun khusus. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh kaum kafir agar kaum muslimin menjadi benar-benar bebas dalam bertindak tanpa melihat konsekuensinya sebagai seorang muslim/mulimah. Al-Quran yang merupakan sumber rujukan dalam menyelesaikan segala masalah hanya dibaca tanpa ada aktivitas memahami dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Dominasi kaum kafir dalam mensosialisasikan hidup dengan asas kebebasan dan kesetaraan menimbulkan kerusakan dalam tatanan sosial masyarakat, banyak perempuan yang takut hamil, karena menganggap hamil dapat menghambat kesuksesan dan jenjang karir. Terlebih masalah menutup aurat yang jelas-jelas adalah kewajiban membuat perempuan alergi dan menganggap jilbab sebagai sekat penghalang mereka terlihat cantik.

Naudzubillah…

Negara yang mempunyai otoritas tertinggi dalam mengatur kehidupan rakyatnya terbukti tutup mata akan fenomena-fenomena yang telah, sedang dan akan terjadi. Para pemimpin negara hanya sibuk mengurusi hal-hal yang bersifat mencari materi demi memperkaya diri tanpa melihat kondisi rakyatnya merosot dari segi akhlak dan intelektual akibat dominasi paham kebebasan dari ide barat. Tak hanya sampai disitu, ketidakpedulian negara terhadap rakyatnya merupakan salah satu akibat dari sistem yang diterapkan di dalam negara tersebut adalah sistem kapitalisme. Yang mana sistem ini menjadikan tolok ukur segala sesuatunya adalah manfaat dan memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga perempuan dimanfaatkan kelebihannya yang ada seperti sekarang ini, perempuan dijadikan ajang untuk menarik pelanggan suatu produk meskipun produk yang ditawarkan tidak mengandung unsur keterkaitan dengan perempuan, perempuan hanya dijadikan objek karena kecantikannya. Hal ini sungguh menjadi kenyataan bahwa ide barat berhasil menghancurkan harga diri perempuan yang seharusnya dimuliakan. Namun di sisi lain perempuan yang menjadi korban tidak pernah merasa bahwa harga dirinya direndahkan, globalisasi dan modernisasi berhasil membutakan mata mereka akan tipu daya yang ada di depannya.

Ketika melihat histori umat Islam, jauh sebelum kemunculan modernisasi, harkat dan martabat perempuan sangat dimuliakan oleh Islam yang terwujud dalam institusi negara yang menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber hukumnya. Dengan penggunaan sumber hukum yang bersumber dari Allah dan RasulNya banyak kewajiban-kewajiban yang membuat manusia di dalamnya menjadi terikat dengan aturan mulia lagi memuliakan termasuk perempuan, perempuan sungguh dimuliakan saat Islam dipegang teguh dalam pengaturan umat. Bahkan sejarah telah mencatat betapa berharganya seorang perempuan, sampai-sampai khalifah Al-Mu’tasimbillah memutuskan untuk mengumumkan jihad akbar demi menjaga kehormatan seorang muslimah yang dilecehkan oleh sekelompok yahudi. Oleh sebab itu, pentingnya peran negara dalam menjaga kemuliaan perempuan. Dan hanya negara yang menerapkan syariat-lah yang dapat melakukannya dalam bingkai daulah khilafah.

Wallahu’alam bi ashwab…[mrizki]

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/lib.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/lib-150x150.jpgRizkiCintafitrah,liberal,MERUSAK,perempuanGaulfresh.com - Para aktivis perempuan dengan background liberal banyak bertebaran di muka bumi ini dan mengusung tema “kebebasan perempuan” yang memprovokasi perempuan untuk keluar jalur dari apa yang telah Allah syariatkan padanya. Akibatnya banyak perempuan yang panik karena merasa menjadi tawanan dengan ikatan syariat yang bersumber dari Allah. Hal...Refresh Your Mind