Slide1Gaulfresh.com – Hari demi hari kehidupan manusia mengalami banyak perubahan, yang dulu naik Unta sekarang naik Yamaha/Honda (bukan promosi). Banyaknya kejadian yang dulu tiada kini telah muncul dan menjadi sesuatu yang baru bagi kebanyakan manusia. Namun ada juga yang dulu ada kini telah tiada dan ada segolongan orang yang berusaha memunculkannya kembali. Jika kita lihat di zaman dahulu kaum muslimin dan sebagian besar masyarakat dunia mengenal Khilafah sebagai negara adidaya namun sekarang banyak yang tidak mengenal kata “Khilafah” sehingga ada segolongan orang-orang yang berusaha kembali membumikan Khilafah dan berusaha mengembalikan kejayaan Khilafah layaknya kehidupan para sahabat. Di sisi lain dalam membumikan Khilafah adalah sebuah kebaikan maka ada lawan dari opini Khilafah yang kini juga berkembang pesat di kehidupan manusia. Zaman dahulu pada masa Nabi Nuh, kaumnya diazab oleh Allah akibat tindakan kaumnya yang melampaui batas yakni melakukan Homo (Liwath) dan Lesbi (Sihaaq), kini pun ada segolongan orang yang berusaha mengembalikan aktivitas hina dan menghinakan ini di tengah-tengah kehidupan manusia.
Fakta hari ini menunjukkan bahwa aktivitas kaum gay berusaha mulai merambah ke seluruh wilayah dunia bahkan Indonesia. Jika kita lihat kaum gay awalnya berkembang di negara Amerika dan Eropa. Bahkan di beberapa negara sudah melegalkan nikah sejenis seperti yang dikutip dari Washington Post berikut:
1. Belanda, 2001
2. Belgia, 2003
3. Spanyol, 2005
4. Kanada, 2005
5. Afsel, 2006
6. Norwegia, 2009
7. Swedia, 2009
8. Portugal, 2010
9. Islandia, 2010
10. Argentina, 2010
11. Denmark, 2012
12. Brazil, 2013
13. Inggris, 2013
14. Prancis, 2013
15. Selandia Baru, 2013
16. Uruguay, 2013
17. Skotlandia, 2014
18.Luxemburg, 2015
19. Finlandia, 2015
20. Slovenia, 2015
21. Irlandia, 2015
22. Meksiko, 2015
23. Amerika Serikat, 2015

Fenomena gay dan lesbi di negara Eropa dan Amerika merupakan sesuatu yang dianggap pantas, atas dasar HAM dan Kesetaraan pemerintah di negara-negara tersebut melegalkan pernikahan sejenis. Atmosfer ini pun terus berkembang hingga ke negara-negara sekitarnya bahkan hingga ke Indonesia. Kaum Gay mulai berani menampakkan diri mereka melalui berbagai media seperti media sosial, situs lgbtindonesia.org, tampil di berbagai aksi, dan juga melakukan berbagai seminar yang membahas kesetaraan, aktivitas sosial dan LGBT secara terang-terangan. Pada tahun 2015 kita di hebohkan dengan tampilnya pasangan gay viral Naparuj Mond Kaendi dan Thorsten Mid di Thailand yang pada Oktober 2015 lalu resmi menikah di Jerman. Kedua pasangan ini sempat menghebohkan dunia maya karena foto keduanya yang tampil mesra berpegangan tangan saat di kereta. Belum lagi di Indonesia, baru saja kita mendengar bahwa adanya komunitas gay remaja belasan tahun di twitter yang mendapat kecaman dari berbagai pihak, juga baru saja berita adanya remaja SMP yang menjadi PSK Gay.

Liwath (gay) adalah perbuatan yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara memasukan dzakar (penis)nya kedalam dubur laki-laki lain. Allah –Ta’ala– berkata dalam surat Al-A’raf ayat 81:
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ.
“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.
Liwath adalah suatu kata (penamaan) yang dinisbatkan kepada kaumnya Luth –‘Alaihis salam-, karena kaum Nabi Luth –‘Alaihis salam– adalah kaum yang pertama kali melakukan perbuatan ini, Allah –Ta’ala- menamakan perbuatan ini dengan fahisy(keji/jijik), sebagaimana perkataan Allah –Ta’ala– dalam surat Al-A’raf ayat 80:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. Liwath merupakan dosa yang paling besar dan lebih keji dari pada zina.
Kebebasan para kaum gay melakukan aktivitasnya di negeri ini menjadi masalah besar yang sangat berbahaya. Kebebasan ini juga sebenarnya tak akan menyebar dan terus menular apabila pihak pemerintah melakukan tindakan yang jelas dan tegas dalam menanggapi masalah LGBT di Indonesia.
Pada prinsipnya kaum LGBT tidak akan mendapatkan hukum yang jelas jika berada dalam negara yang sekuler seperti saat ini. Negara sekuler kerap kali menggunakan ide asas kebebasan dan HAM.
Ide kebebasan dan HAM yang mendasari dan digunakan sebagai pembenaran perilaku seks menyimpang, termasuk perilaku LGBT, adalah ide yang menyalahi dan bertentangan dengan Islam. Dalam Islam, manusia tidak bebas sebebas-bebasnya. Pandangan dan perilakunya harus terikat dengan syariah Islam. Seorang Muslim tidak bebas berpandangan dan berperilaku sesukanya sesuai hawa nafsunya. Allah SWT berifirman:
)وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا (
Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah (TQS al-Hasyr [59]: 7).
Karena itu dalam Islam negara berkewajiban membina dan memupuk keimanan dan ketakwaan warganya. Dengan ketakwaan itu maka ide dan perilaku yang menyalahi ketentuan Islam, termasuk LGBT, akan bisa dicegah dan diminimalisasi dari masyarakat.
Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan penciptaan laki-laki dan perempuan adalah untuk kelangsungan jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya (QS an-Nisa [4]: 1). Karena itu hubungan seksualitas yang dibenarkan dalam Islam hanyalah yang ada dalam ikatan pernikahan yang sah secara syar’i. Semua hubungan seksualitas di luar ikatan pernikahan adalah ilegal dan menyimpang. Lesbian, homoseksual, anal seks, perzinaan, semuanya adalah perilaku seks yang menyimpang; tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang normal. Semua itu juga menjadi ancaman terhadap keberadaan umat manusia dengan segala martabat kemanusiaannya.
Selain itu terdapat nas yang secara khusus menjelaskan bahwa homoseksual adalah perilaku terlaknat. Rasul saw. bersabda:
«مَلْعُونٌ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ »
Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual) (HR at-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas).
Perilaku transgender juga merupakan perilaku yang dilaknat dalam Islam. Ibnu Abbas ra. mengatakan:
«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ »
Rasulullah saw. telah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Karena itu di dalam Islam, ide dan perilaku LGBT jelas menyimpang dan abnormal. Ide LGBT adalah ide haram. Perilaku LGBT adalah perilaku dosa. Karena itu ide LGBT tidak boleh tersebar di masyarakat. Siapa saja yang menyebarkan, mendukung dan membenarkan ide LGBT jelas berdosa dan layak dikenai sanksi sesuai ketentuan syariah. Negara dalam Islam harus membersihkan dan menjaga masyarakat dari ide LGBT.
Islam menilai homoseksual sebagai dosa dan kejahatan besar. Islam menetapkan sanksi hukum yang berat terhadap pelakunya. Siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth dan terbukti dengan pembuktian yang syar’i maka pelaku dan pasangannya dijatuhi hukuman mati, tentu selama itu dilakukan suka rela, bukan karena dipaksa. Ibnu Abbas ra. menuturkan, Rasul saw. bersabda:
« مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ »
Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah subyek dan obyeknya (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Jelaslah bahwa dalam Islam hukuman bagi pelaku liwath dan kawan-kawannya adalah dibunuh.

(Nurahimul Kahfi – Kontributor Gaulfresh)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/Slide1-1024x576.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2016/02/Slide1-150x150.jpgRizkiCintaDakwahGaulfresh.com - Hari demi hari kehidupan manusia mengalami banyak perubahan, yang dulu naik Unta sekarang naik Yamaha/Honda (bukan promosi). Banyaknya kejadian yang dulu tiada kini telah muncul dan menjadi sesuatu yang baru bagi kebanyakan manusia. Namun ada juga yang dulu ada kini telah tiada dan ada segolongan orang yang...Refresh Your Mind