organisasi vs akademik

GaulFresh.Com-Dahulu, saya adalah seorang mahasiswa STEI Hamfara di Yogyakarta, saya termasuk orang yang suka berorganisasi, bahkan semenjak SD saya sudah ikut berorganisasi seperti pramuka hingga sampaii saat ini meski sudah tidak di bangku perkuliahan saya masih ikut berorganisasi. Bagi saya, organisasi adalah ajang untuk mencetak diri dan membuat diri bisa melakukan apapun yang kita inginkan, tetapi tetap berdasarkan aturan yang ada. Sebagai contoh di organisasi kita diajarkan berbagai macam hal, misalnya saya karena anak ekonomi, organisasi saya juga berkaitan tentang ekonomi, di dalamnya saya diajarkan seperti menulis artikel, membuat paper, membuat essay, melakukan riset dan masih banyak yang lainnya.

Di setiap kampus pasti selalu ada organisasinya minimal BEM kampus, memang tidak semua mahasiswa menyukai organisasi, karena menurut mereka mengikuti suatu organisasi itu ribet, banyak menyita waktu, mengganggu aktivitas belajar dan salah satunya mengurangi uang jajan, karena biasanya setiap organisasi ada kewajiban membayar uang kas setiap bulannya, ini bagi mereka yang tidak peduli dengan apapun, mereka hanya peduli terhadap diri mereka sendiri dan bisa saja mahasiswa seperti ini dikatakan sebagai mahasiswa yang egois mungkin atau bahkan pragmatis.

Ya begitulah beroganisasi terkadang banyak hal yang tidak sesuai dengan jalan pikir kita, apalagi orang seperti saya dulu pernah mengikuti organisasi yang belum ideologis dan masih menjunjung demokrasi dan nasionalisme, bahkan saking nasionalisnya setiap kali ada agenda pasti menyanyikan lagu Indonesia raya tidak ketinggalan, padahal menyanyikan lagu Indonesia raya sudah lama saya tinggalkan semenjak saya mengenal islam kaffah, jadi ketika kembali mengulang masa lalu itu terasa saya kembali ke zaman jahiliyah yang membuat saya muak untuk melakukannya.

Ya begitulah dunia organisasi, yang terkadang mengajarkan kita untuk bisa proposional dalam melakukan berbagai hal. Namun sangat banyak mahasiswa enggan untuk berorganisasi, karena pikirannya terkadang hanya untuk kuliah (study orintet), sehingga melupakan untuk hidup bersosial dengan yang lainnya. Berorganisasilah agar kita bisa semakin dewasa ketika menghadapi berbagai macam masalah, banyak pengalaman yang bisa diambil di organisasi, terutama kepedulian terhadap sesama, bekerja sama, manajemen diri dan masih banyak yang lainnya.

 

By : Nafsiah Zahirah

(Kontributor GaulFresh dan Alumni Ksatria Pena)

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/03/organisasi-vs-akademik.pnghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/03/organisasi-vs-akademik-150x150.pngsangpendobrakkekufuranCelotehIslam,manajemen,organisasi,pengalamanGaulFresh.Com-Dahulu, saya adalah seorang mahasiswa STEI Hamfara di Yogyakarta, saya termasuk orang yang suka berorganisasi, bahkan semenjak SD saya sudah ikut berorganisasi seperti pramuka hingga sampaii saat ini meski sudah tidak di bangku perkuliahan saya masih ikut berorganisasi. Bagi saya, organisasi adalah ajang untuk mencetak diri dan membuat diri...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.

sangpendobrakkekufuran

saya punya cita-cita ingin menjadi pakar bahasa arab, hafidz Qur'an, dan penulis ideologis...dan juga pengen S2 , do'akan ya semoga terwujud...

Latest posts by sangpendobrakkekufuran (see all)