Kontes Murahan…!!!

- Kontes Murahan Menindas Perempuan!. Sungguh memprihatinkan sikap pemerintah dalam melindungi kehormatan perempuan! Meski terus mendapat reaksi penolakan dari berbagai komponen masyarakat, pemerintah tetap membiarkan dan bahkan mendukung penyelenggaraan kontes-kontes kecantikan seperti halnya Putri Indonesia…
Selengkapnya
Dakwah

Untukmu Akhwat Jilboobs Mari Merenung

 - Tak ada didunia ini seorangpun yang ingin berpenampilan semrawut alias acak-acakan, apalagi jika pelakunya adalah para akhwat yang memiliki ketertarikan tinggi pada keindahan. Namun, sebagai seorang muslimah yang ingin derajatnya diangkat oleh Allah serta memantaskan diri untuk menjadi sorotan makhluk yang dicemburui bidadari surga maka segala sesuatu yang kita lakukan haruslah sesuai dengan hukum syara’ yang menjadi tolok ukur kita dalam menentukan boleh tidaknya suatu perbuatan. Menyorot fakta yang sedang booming dimata dan ditelinga, fenomena jilboobs yang menjadi trend center saat inimengundang para akhwat sebenarnya untuk mau berpikir dan menelaah untuk tidak menjadikan yang “kebanyakan” adalah benar dan yang “minoritas” adalah salah. Jilboobs adalah pembicaaraan panas dan menjadi “kebanyakan” yang diikuti oleh akhwat yang mungkin belumpaham mengenai makna pakaian syar’i di dalam Islam. Jilboobs juga tak hanya beredar diruang nyata, diruang media massa pun menjadi sorotan empuk yang menimbulkan pro kontra, yang tak jarang memicu terjadinya perenggangan ukhuwah sesama. Namun, alangkah lebih miris lagi akhwat yang sangat setuju bahkan memperjuangkan trend jilboobs yang dianggap sebagai sebuah kebebasan berekspresi serta dianggap sebagai proses awal sebelum hijrah pada pakaian syar’i. Memang benar, segala apapun yang ingin kita tempuh membutuhkan yang namanya sebuah proses, akan tetapi jika dalam proses itu berlama-lama dan tidak sama sekali menunjukkan niat ikhlas malah terlihat semakin jauh pada target hijrah awal, maka apa salahnya jika kita mencontoh para sahabat yang bersegera dalam segala hal (kebaikan). Tidak berpihak pada yang pro maupun kontra yang jelas kita berpihak pada hukum Allah bagaimana seharusnya seorang muslimah (akhwat) berpenampilan sesuai kitab suci dan sunnah RasulNya. Jika mengikuti trend jilboobs maka apa bedanya kita dengan bebek yang ngikut pada induknya dan tak mau meneliti apa sejarah dan dampak dari jilboobs itu sendiri. Akhwat yang mengenakan jilboobs sebenarnya telah diberitakan oleh Rasulullah sejak beberapa abad yang lalu dan terbukti hingga sekarang banyak sekali ditemukan akhwat yang berpakaian tapi telanjang. Aneh,memang kedengarannya berpakaian lengkap namun dianggap telanjang. Bagaimana tidak,  jika mengenakan kerudung punduk unta, baju super ketat ,dan  legging yang tak mau kalah dengan lontong di pasaran. Apakah ini yang dianggap sebagai sesuatu yang benar meski “kebanyakan” ? Padahal agama yang mulia ini secara terang-terangan menjelaskan bahwa fungsi pakaian adalah sebagai pelindung, sebagai identitas dan sebagai bentuk ketaqwaan kita kepada Allah, maka belum takutkah kita dengan ancaman Allah yang tidak menghalalkan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai untuk kita? Apakah kita hanya puas dengan pujian manusia yang mengatakan kita cantik? Padahal cantik itu relatif ? padahal cantik itu tidak boleh bertabarruj dan cantik dimata manusia belum tentu cantik dimata Allah, karena cantik yang sesungguhnya itu adalah perangai (akhlak) yang sholehah. Wahai Saudaraku, yuuk kita masuk Islam secara kaffah, jangan hanya memilih yang enak dan menarik untuk kita ambil, namun yang tak sesuai hati ditinggalkan. Mari kita menjadi muslimah yang sebenarnya dan menjadi sebaik-baik perhiasan. Tinggalkan trend yang sengaja membawa kita pada kejahiliyahan dan mari kita pahami baik-baik surah An-Nur:31 dan Al-Ahzab:59 agar kita dapat bersegera Move On kepada JannahNya. Dan katakanlah kepada para perempuan beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung  (TQS. An-Nur: 31) Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Penghampun dan Maha Penyayang. (TQS. Al-Ahzab: 59)  
Selengkapnya