neeeGaulFresh.com-Mendung di siang hari seakan mewakili hatiku yang sedang mendung. Menulis dalam tinta-tinta penuh harap akan kebahagiaan. Berharap hujan segera turun menghapus semua luka yang tertoreh dalam hati. Aku… Akupun ingin merasakan apa yang dia rasakan. Akupun juga ingin bahagia seperti yang dia rasakan. Ooooopss… tulisan remaja yang lagi galau dan mendadak mellow.

It’s oke… setiap manusia memiliki masalah yang terkadang karenanya jadi mudah galau dan akhirnya nangis.

Lihat status teman, “Alhamdulillah akhirnya dapat beasiswa ke luar negeri.” atau “Hari pertama jadian rasanya dunia indah dan menyenangkan.” atau “Pengorbanan tak sia-sia akhirnya dapat pekerjaan yang di impikan.” atau “Akhirnya pencarian ini berujung pada sosok pangeran yang sudah menghalalkanku dalam bingkai pernikahan terbalut dalam ketaatan.” Dan mungkin seabrek lagi status teman yang akhirnya mempengaruhi kondisi kejiwaan sampai kegalauan seseorang. tapi masih saja besok ngepoin statusnya teman.

Mungkin akan menjadi masalah bagi seseorang dan terselip rasa mengeluh bahkan rasa menuntut. Kenapa aku tidak mendapatkan bahagia seperti yang lainnya dapatkan, mengapa aku diberikan cobaan seberat ini, mengapa tidak ada sedikitpun bahagia yang kudapatkan dan seterusnya pertanyaan yang memberondong diri untuk tidak menerima apa yang Allah gariskan.

Yang bisa sekolah iri dengan yang berprestasi.

Yang berprestasi, iri dengan yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Yang belum punya pekerjaaan, iri dengan temannya yang sudah bekerja.

Yang sudah bekerja, iri dengan temannya yang dapat pekerjaan lebih mapan.

Yang belum menikah, iri dengan temannya yang sudah menikah.

Yang sudah menikah, iri dengan temannya yang sudah punya anak.

Bahkan yang punya anakpun iri dengan mereka yang punya anak dengan kecerdasan-kecerdasannya.

Daaaaaan seterusnya bakalan panjang kalau di lanjutkan.

Pernah merasakan yang seperti itu?

Kalau pernah, selamat berarti anda normal. Hehe.

Tapi…. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengelola diri kita sendiri berkaitan dengan konsep kebahagiaan. Percaya nggak sih, kalau bahagia itu terkait dengan hasil pikir kita? ada orang yang tidur di becak lebih bahagia dari pada yang tidur di hotel. Ada orang yang makan nasi dan tempe lebih bahagia dari pada orang yang makan sate.

Jadi, sukurilah apa yang Allah berikan saat ini, berpikirlah positif bahwa semuanya adalah yang terbaik. Nggak mungkin Allah salah dalam mengatur. Hanya cara pikir manusia yang menghasilkan ini baik, itu baik. Tapi sesungguhnya kebahagiaan bagi setiap muslim itu, ketika bisa melakukan apa yang Allah perintahkan, mencari keridhoan Allah dan orientasinya adalah surga.

Ketika segala kesulitan menghimpit, maka ingatlah janji Allah, bahwa bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan. Dan itu terus silih berganti. tersenyumlah dengan apa yang dimiliki sekarang, Laa Tahla wa Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana. Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Salam Ukhuwah…

http://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/11/neee1.jpghttp://gaulfresh.com/wp-content/uploads/2015/11/neee1-150x150.jpgAlma IdeologAqidahbersabar,iri,pekerjaan,status,TanpaGaulFresh.com-Mendung di siang hari seakan mewakili hatiku yang sedang mendung. Menulis dalam tinta-tinta penuh harap akan kebahagiaan. Berharap hujan segera turun menghapus semua luka yang tertoreh dalam hati. Aku... Akupun ingin merasakan apa yang dia rasakan. Akupun juga ingin bahagia seperti yang dia rasakan. Ooooopss... tulisan remaja yang lagi...Refresh Your Mind
The following two tabs change content below.
khansaa alma, wanita yang merindukan surga, meniti jalan ketakwaan, berusaha menjadi wanita sholehah dan muslim yang kaffah, dengan dakwah lil isti'naafil hayatil islam. isy kariiman au mut syahiidan

Latest posts by Alma Ideolog (see all)